Email dan Nomer Handphone Itu Ranah Pribadi!

 spam.jpg

Pagi ini, seperti biasa saya nongkrong dulu di kamar mandi sambil membawa ponsel saya. Bukan buat nonton film porno, tapi buat baca email dan berita terbaru, terutama di liga Champions. Dulu sih saya sukanya sambil baca koran, tapi berhubung yang nganter koran datengnya sesudah saya berangkat ke kantor, ya saya berhenti langganan saja.

Baca detik, bikin saya sumringah. Arsenal menang 5-2 atas Fenerbahce. Berita lain gak bikin saya tertarik. Cukup baca headlinesnya saja, saya udah tau kira-kira apa isinya. Mirip seperti koran-koran lokal yang dijual di lampu merah itu.

Akhirnya saya memutuskan membuka email saya. Download headers dulu… done. Loh, email apaan nih? Kok ada email ginian sih… Ini kan SPAM! Walah… kok ya sekarang Axe jadi kaya Viagra atau Cialis… Membanjiri mailbox orang dengan email promosi…

Hai…
Kamu pengen ngerasain kedashyatan AXE EFFECT EXPERIENCE ga ?
atau mau pelajarin teknik2 ciamik cara kenalan ?
atau ngeliat video2 cara2 kenalan yg kocak2 banget ?
Semuanya ada di www.axeeffect.co.id
Tapi ini yang paling penting….
Gimana kalo kita ngerjain temen-temen kamu terutama yang cowo2, jadi aku
godain temen kamu sampe ke gr-an hehe..
bisa aku godain lewat sms atau lewat imel…canggih kan!
Klik ke http://www.waaxe.net/Register.aspx
isi data2 dia…nanti aku kerjain deh

Aku tunggu ya…

Muach,

Clarissa.

www.axeeffect.co.id

Yang punya nama Clarissa itu mungkin gak ada. Toh kalau menilik ‘from’ nya dari noreply@axeeffect.co.id. Masa sih nama sebagus itu emailnya jadi noreply?

Anda mungkin juga sering mengalaminya. Email SPAM yang membanjiri mailbox. Ada yang dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan melakukan penipuan melalui SPAM. Tapi saya tidak menyangka bahwa cara ini akan digunakan oleh produk yang cukup mapan seperti Axe. Toh mereka mampu membayar Ben Affleck untuk iklannya (yang versi luar) dan Asmirandah yang menggoda banget di iklan lokal versi hot dog. Apakah mereka tidak menghargai alamat email sebagai privasi? Mengirimkan email SPAM dengan sengaja ke email orang, seperti membuang sampah di halaman rumah dia.

Sebetulnya cara seperti ini juga banyak digunakan oleh operator seluler. Pasti anda pernah menerima SMS yang mempromosikan content provider, seperti ringback tone, juga berbagai layanan yang meminta anda mengirimkan SMS ‘reg spasi anu’ ke nomer anu. Tentu, tarifnya premium. Punyanya Esia malah lebih ngganggu lagi. Melalui telpon, dan yang nelpon adalah mesin. Menurut saya, cara ini jelas gak etis. Mana ngirimnya gak kenal waktu. Kadang waktu orang lagi meeting, lagi pulas tidur, lagi nyetir, atau mungkin bahkan saat dia lagi dirawat di rumah sakit. Sebagian orang gak begitu saja membagikan no ponselnya. Jadi kalau bunyi, sering dikira ada yang penting.

Kalau kita bandingkan dengan berbagai layanan gratis, seperti email Yahoo!, Gmail, atau mailing list, tentu kita maklum kalau gratis itu diembel-embeli dengan iklan. Nonton TV gratis ada iklan ya masih wajar. Toh mereka hidupnya dari sana. Tapi kenyataannya kita membeli nomer seluler itu. Yang pakai sejak bertahun-tahun yll, bahkan mungkin membayar cukup mahal untuk memperolehnya. Dan toh, kita membayar layanan itu, entah dengan voucher atau pasca bayar. Entah kenapa para operator seluler itu merasa berhak mengganggu pelanggannya dengan SMS iklan.

Alamat email, no telp seluler merupakan data pribadi yang tidak boleh digunakan semena-mena. Operator seluler harusnya justru melindungi pelanggannya, bukannya malah mengumbar data-data itu dan meraup untung dengan bekerja sama dengan content provider. Alamat email mungkin lebih terbuka, karena kadang kecerobohan kita sendiri yang mengumbarnya di blog, mailing list, atau bahkan register ke situs yang tidak pantas. Tapi tetap saja, tidak sepantasnya perusahaan yang punya cukup nama memanfaatkannya sebagai ajang promosi gratis. Bagi saya pribadi, perusahaan yang melakukan SPAMMING sebagai sarana promosi, sama sekali bukan perusahaan yang bonafid.

10 Responses to “Email dan Nomer Handphone Itu Ranah Pribadi!”

  1. hehe… protes aja ke clarissa…

  2. setuju Oom…,sebel kalo ada allert sms tau2nya…iklan doank…,kita ini bayar bahkan untuk jadi “prospek”nya siapa aja yang bayar juga ke operatornya. Kita ngadu ke siapa ya Oom….?

  3. To Latree,
    Emang ada ya itu Clarissa? :p

    To Argaonisan,
    Wah gak tau deh. Yang pasti dulu saya punya itikat baik buat minta diberentiin tu iklan dengan minta langsung ke operatornya. Emang 1-2 bulan diberentiin. Tapi abis itu dikirimin sampah lagi. Gimana klo kita ajuin aja ‘class action’ ke mereka? Halah… ikut-ikutan… :p
    Mungkin ke BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) kali ya… tp websitenya aja di suspend… http://www.brti.or.id

  4. Ya saya juga terganggu dengan telepon mesin itu. Akhirnya nomer 0888 saya masukkan ke daftar reject number :mrgreen:

  5. To Nonadita,
    Wah, saya kok ya gak pernah kepikiran :D
    Blokir 0888 !

  6. [...] Dan kadang pihak yang jadi spammer tidak hanya perorangan yang tidak bertanggung jawab. Tapi juga perusahaan besar yang punya brand cukup ternama. Memang kadang menjadi dilema, kita ingin orang mudah menghubungi kita, namun berarti peluang bagi [...]

  7. [...] Spam sebetulnya tidak melulu masalah email. Saya sendiri sering merasa ‘terganggu banget’ dengan email yang masuk ke hape saya. Berhubung saya menggunakan protokal IMAP, meski telpon jadul bukan BB, setiap ada email masuk, telpon saya bergetar. Untungnya Gmail punya spam filter yang sangat baik. Jadi gak banyak yang bisa lolos. Tapi yang mengesalkan, ternyata provider seluler mengganggap sms sebagai sarana promosi yang murah-meriah-efektif. Bukan sekali ini saja saya menulis soal ini. Di blog saya yang lama, saya juga menuliskan hal yang serupa. [...]

  8. …sekali kita terhubungkan ke jaringan (email atau selular) kita bakal jadi media dan medium. jadi media untuk menerima promo dan jadi medium untuk meneruskan promo, suka atau tidak…padahal untuk terkoneksi ke jaringan itu kita juga mengeluarkan biaya (beli nomor, isi pulsa, bayar internet dll)…

    hahahaha sistem yg dibangun emang sedemikian cerdasnya sampe kita hanya melongo (atau kadang ga sadar) udah jadi komoditas….tanpa bisa menolak!

  9. Saya pernah dihubungi oleh nomer 0888 . Itu nomer apa ya ?
    Cuma 4 digit . Operator kah ?

  10. To Fadel,
    Iya.. itu telpon dari mesin yang diprogram operatornya. Nyebelin ya? :D

Leave a Reply

kodok