Lagi! Kenapa sih copy-paste?
Peta dunia maya memang sudah berubah. Waktu saya searching di Google mengenai topik tertentu, hampir selalu ada blog di halaman depan. Beberapa tahun yang lalu, situs yang dikelola pribadi hampir bisa diabaikan.
Blog memang mudah digunakan. Semua orang bisa punya situs pribadi, sharing foto, tulisan dll. dengan mudah. Tidak ribet seperti CMS. Untuk tampilan pun, tinggal milih theme yang sudah ada. Ubah dikit-dikit untuk personalize blog kita. Tadaaaa… kita punya situs pribadi.
Sayangnya nafsu untuk punya situs pribadi ini kurang diimbangi keinginan untuk mengisi sendiri situs ini. Banyak blogger yang akhirnya terjebak dengan copy-paste. Mengkopi tulisan dari situs/blog lain, lalu mempublishnya di blog pribadi. Banyak blogger yang tidak suka dengan non-orisinalitas blogger-blogger copas ini. Banyak komentar miring yang dikeluarkan.
Saya pribadi tidak keberatan materi dari blog saya di copas. Selama mencantumkan sumber aslinya. Bahkan disclaimernya saya buat di bagian footer (lihat: http://tentangcad.com). Kenapa? Kenapa tidak! Hitung-hitung bantuin mempopulerkan blog saya. Makin banyak yang masang, makin tinggi rank dan makin banyak referral saya kan?
Dan selama ini memang umumnya yang melakukan copas sih baik-baik, masih mencantumkan sumber aslinya.
Menurut saya, yang akan lebih dirugikan justru pelaku copy-paste sendiri. Apa untungnya copas?
Katakanlah kita menemukan tulisan yang menarik, kita pajang di blog kita. Ada yang mampir, lihat dan tertarik. Kemudian mengklik tautan/link ke sumber asli. Di sana dia akan menemukan tulisan-tulisan lain yang mungkin menarik. Dan akan lebih sering mampir ke sana ketimbang blog anda. Anda hanya akan memberikan iklan gratis buat empunya blog.
Belum lagi kaliber kita sebagai blogger akan dilecehkan oleh blogger-blogger pembenci pelaku copas.
Jadi bagaimana kalau kita menemukan tulisan yang menarik? Cukup pasang link di blog/situs kita. Atau akan lebih baik jika anda menulis review, kenapa tulisan itu menarik bagi anda, kutip sebagian, dan pasang link ke artikel asli agar yang lain bisa membaca lengkapnya. Beberapa blogger lain yang suka ‘blogwalking’ akan membuat daftar artikel-artikel yang sejenis. Misalnya ‘10 alasan tidak melakukan copy-paste’, dan menuliskan link-link ke 10 tulisan yang berisikan alasan-alasan itu.
Hal-hal ini rasanya akan lebih menarik dibandingkan memasang posting bulat-bulat di blog anda. Karena yang baca akan tetap lebih menghargai penulis aslinya. Bukan anda. Tapi jika anda memasukkan sedikit review atau kritik, selain menunjukkan ‘orisinalitas’ pemikiran anda, juga dapat jadi masukan buat penulis asli.
Saya sendiri menghindari copas karena alasan-alasan itu. Pertama tidak ada gunanya. Hanya mempromosikan blog orang lain. Kedua, buat apa ngeblog klo isinya gak menunjukkan siapa kita? Meski tulisan-tulisan pendek berisi review, akan lebih berbobot daripada copas.
Sip.. saya setuju. Kalao cuma sekedar copypaste saja, apa bedanya dengan perpustakaan (atau malah gudang)? Hehehe…
Blog “fotokopi”an biasanya ama mesin pencari ditaruh di urutan paling belakang
[...] Membangun blog memang tidak mudah. Mungkin kita akan berhasil, mungkin juga tidak. Karena itu, saya tidak menekankan berapa uang yang bisa diperoleh dari ngeBlog. Tapi kemampuan blog dalam membangun kompetensi dan network untuk kita. Setidaknya, kalaupun gagal, tulisan kita dapat menjadi amal ibadah karena berguna bagi yang lain. Dan turut memperkaya kuantitas dan kualitas konten berbahasa Indonesia. Tapi tentu, sebaiknya berisikan tulisan sendiri, bukan copy-paste. [...]
saya termasuk penganut aliran copy paste, ada beberapa alasan mengapa saya copy paste :
tapi yang jelas COPAS atau tidak COPAS adalah hak.
Komentar utk no.1. Proses belajarnya udah berenti waktu membaca dong
Tanpa meneruskan ke co-pas, udah tetep belajar kan?
Tapi paling enggak saya setuju yang ngelakuin co-pas itu haknya. Apalagi klo udah minta ijin sama yang punya tulisan, dan diijinin… Yang punya tulisan aja gak protes, masa yg lain mau protes?
[...] Satu hal aneh lainnya, saya memperoleh komentar seperti ini di posting blog saya yang lama: [...]
ada trik jitu buat menagani copas.. jelek-jelek gini ada 4 situs .com yang copas blog gue.. jadi gue akalin dengan memberikan link balik ke situs gue.. jadi kalo di copas.. iklan gue muncul semua di webnya dia.. he.. he.. he… ketipuuuuu.. gue kagak rugi.. malah untung.. yang mau copas silahkan kunjungi blog saya..
To: Desi…
Betul… cara ini jg yg saya pake di blog saya yg lain. Dalam tiap posting minimal ada satu link yg mengarah ke posting saya yang lain
yg rugi dgn copy paste tdk beretika (termasuk backlink nofollow) sptnya bukan hanya blogger bersangkutan (yg dikopi dan meng-copy), tp bs jg merugikan pembaca lain yg datang dari mesin pencari krn mesin pencari kadang bingung menentukan mana tulisan asli